Cara Memulai Bisnis Kaos / Clothing Line Sendiri


Bisnis Kaos atau banyak disebut Clothing Line adalah Bisnis yang sudah ada banyak di pikiran masyarakat Indonesia khususnya anak muda. Untuk kamu yang tertarik pada model dan ide bisnis clothing line, yaps kamu sudah datang di tempat yang tepat!

Jika kamu sudah yakin untuk memulai bisnis Clothing Line, Yuk Semangat yaa.. Karena menjalankan sebuah bisnis Clothing Line bukanlah sebuah hal yang mudah. Iya sih memang semua bisnis tidak ada yang mudah, tapi balik lagi ke diri kamu sendiri ya.. Apakah kamu menganggap kesusahan adalah sebuah hal yang mustahil dilakukan atau kesusahan adalah sebuah hal yang bisa mendorong kamu untuk menjadi terus berhasil. 

Untuk memulai bisnis Clothing Line atau Jualan Baju tidak boleh asal jualan saja. Kamu harus mengerti dan memahami segala seluk beluk dari bisnis ini. Jangan sampai bisnis kamu tersendat di tengah jalan karena persiapan yang kurang matang. Memang, bisnis Clothing Line tidak ada matinya karena semua orang pasti memakai kaos. Tapi tentunya harus ada persiapan yang matang agar tidak berhenti ditengah jalan bukan?

Bukan sekedar berjualan kaos, Clothing Line harus mengenalkan brand yang dijual. Bukan sekedar menjual kaos, tapi menjual ‘Nama’ dari brand kamu. Kaos adalah pakaian yang bisa dipakai baik pria maupun wanita. Sudah banyak sekali orang yang memakai kaos untuk bepergian. Dalam pembelian kaos, orang akan memperhatikan Desain, Warna dan Tren Kaos yang sedang terjadi. Jadi bukan hanya karena sebuah ‘kaos’ nya saja ya. Berikut kami buatkan beberapa tips untuk kamu agar bisa memulai bisnis Clothing Line ini dengan baik :

Lakukan Survey dan Riset

Sebelum memulai lebih jauh dan dalam, kamu diwajibkan untuk menggali lebih dalam tentang apa yang sedang laku di pasaran dengan Riset dan Survey. Kenapa harus Survey? Karena kamu harus memahami kemauan pasar dan tidak bisa menjual sebuah produk hanya karena menurutmu produk tersebut adalah bagus. Proses Survey ini bisa memakan waktu yang cukup panjang dan bisa dibilang cukup rumit. 

Kamu harus benar benar mengetahui dan menganalisa apa yang sedang disukai pasar. Lakukan analisa untuk kebutuhan, permintaan dan sebuah peluang yang bisa kamu lakukan pada bisnis kamu. Pada tahap ini, kamu bisa gunakan Google Trend, Instagram, Facebook maupun terjun ke masyarakat langsung. Setelah kamu sudah menganalisa dan melakukan riset pasar, maka akan terbentuk satu produk yang akan menjadi brand kamu.

Cari Tahu Tentang Kompetitor

Mencari Tahu Tentang Kompetitor adalah hal yang cukup penting dilakukan. Karena dengan mengetahui seperti apa kompetitor brand kamu, kamu akan dengan mudahnya membentuk Brand kamu dan Mempelajari Keunggulan serta Kelemahan Brand Tersebut. Kamu bisa belajar cara promosi, cara membentuk brand dan kamu juga bisa memanfaatkan kelemahan kompetitor kamu untuk mengambil pasar. 


Tapi kamu juga harus berhati hati dalam mencari kompetitor. Kamu harus mencari kompetitor yang sesuai dengan Brand dan Target Pasar kamu nantinya. Jika kamu bisa memanfaatkan peluang kelemahan dari kompetitor, maka brand kamu akan bisa sangat unggul. Kenapa bisa akan menjadi unggul? Karena dalam teknik marketing ada teknik bernama ATM yaitu Amati, Tiru dan Modifikasi. Teknik ini cukup berguna dan sudah cukup sukses bagi yang pernah menggunakannya.

Buat Brand Sesuai Segmen Pasar

Walaupun Kaos bisa dipakai oleh semua orang, tapi kamu tidak bisa membuat Brand dengan target untuk semua orang atau semua segmen. Misalnya kamu ingin membuat sebuah Brand dengan desain yang kekinian dan keren. Tentunya hal tersebut akan menargetkan segmen Pasar Remaja, tetapi jika kamu membuat desain vintage tentunya kamu akan menargetkan sebuah brand dengan kalangan orang tua dan sebagian remaja yang menyukai vintage. 

Dengan adanya segmentasi pasar, kamu bisa memasarkan brand kamu dengan tepat dan memudahkan kamu untuk menjangkau target pasarnya. Kenapa mudah memasarkannya? Karena jika kamu sudah mengetahui targetnya, maka kamu akan menyesuaikan bentuk promosi serta bahasa promosi yang sesuai dengan target tersebut bukan?

Jika sudah menentukan target dan konsep brand kamu, buat sebuah nama dengan logo yang cukup unik. Tentunya logo tersebut harus sesuai dengan konsep, target pasar, dan keunikan bisnis kamu. Logo adalah hal yang cukup penting dalam sebuah brand yang kamu tidak bisa sepelekan. 

Buatlah Business Plan

Sebelum menjalankan operasional bisnis kamu, kamu harus membuat sebuah pedoman untuk menjalankan bisnis kamu. Business Plan bisa menjadi pedoman kamu dalam menjalankan bisnis.

Kamu harus mencatat semuanya dalam Business Plan ini, segala perencanaan, tujuan bisnis, karakter, profil, produk yang dijual, perencanaan keuangan, strategi marketing dan masih banyak lagi.


Sehingga ketika bisnis kamu sudah berjalan, kamu tidak perlu pusing lagi. Kamu hanya perlu melihat Business Plan yang kamu sudah siapkan, dan sedikit berimprovisasi sesuai tren agar bisnis kamu bisa berjalan dengan lancar tanpa kendala.

Hitung dan Persiapkan Modal

Untuk memulai Bisnis Clothing Line ini bukanlah bisnis tanpa modal. Bisnis ini bisa dimulai dengan modal yang beragam. Kamu pun bisa memulai bisnis ini dengan modal kecil dengan cara melakukan reseller. Sistem ini sangat cocok untuk kamu yang memiliki modal kecil dan tidak bisa melakukan produksi. Tapi jangan salah, sistem reseller ini juga bisa meraup untung yang cukup banyak. 

Untuk kamu yang sudah punya modal yang banyak, tentunya bukan menjadi masalah bukan? Kamu bisa melanjutkan ke step selanjutnya. Opsi lain untuk kamu yang tidak memiliki modal besar adalah mencari mitra bisnis, investor, ataupun pinjaman modal usaha. Semua bisa dilakukan meskipun kamu tidak memiliki modal yang besar asalkan kamu niat untuk melakukan usaha.

Cari Supplier dan Vendor

Jika kamu sudah memiliki atau menemukan modal, selanjutnya kamu harus mencari Supplier dan Vendor. Jika kamu ingin biaya produksi yang murah serta tidak repot produksi, caranya adalah dengan mencari supplier kain lalu mengirimkannya ke konveksi untuk dijahit sesuai dengan apa yang kamu mau.

Tapi jika kamu tidak mau repot untuk produksi kain menjadi baju, kamu bisa langsung mencari vendor konveksi untuk menjadikannya supplier kaosmu. Setelah mendapatkan supplier kaos, kamu harus mencari Vendor Sablon jika konsepmu adalah Kaos Sablon. Pilih vendor sablon yang memiliki kualitas baik dan tahan lama, karena tidak semua vendor sablon memiliki kualitas yang bagus.

Promosikan dan Jualkan Brand Kamu

Nah, bagian ini adalah bagian yang cukup rumit dimana kamu harus pintar pintar untuk mencari nama, mempromosikan brand dan memanfaatkan platform promosi. Kamu bisa melakukan promosi melalui sosial media dan meningkatkan brand awareness. Bangun Marketplace kamu sendiri bisa di dalam E-commerce yang sudah cukup terkenal, atau kamu juga bisa membuat website kamu sendiri yang tentunya dengan mengeluarkan modal yang cukup besar juga.

Kamu bisa mulai dengan meminta teman teman kamu untuk membantu mempromosikan brand kamu, setelah itu jika kamu memiliki modal yang cukup kamu bisa endorse selebgram di semua platform sosial media. Jika brand kamu sudah mulai besar, kamu bisa coba membranikan diri untuk membuka Offline Store atau Toko. 


Nah itu adalah beberapa cara dan langkah untuk kamu yang ingin memulai bisnis Kaos Sendiri atau Clothing Line. Tentunya langkah tersebut masih banyak kekurangannya, kamu harus terus melakukan eksplorasi dan belajar dari pengalaman adalah pelajaran terbaik.